• April 23, 2024

Baca SMS, Orang, Tulisan Latin Dan Artinya

Surat Al-Nas merupakan surat penutup Al-Qur’an (Surat 114).

Dan orang berarti manusia dan itu termasuk dalam surah Mekkah.

Surat Al-Nas terdiri dari 6 ayat.

Isi pesan umat berupa himbauan agar manusia mencari perlindungan Tuhan Yang Maha Esa dari hasutan setan.

Berikut bacaan Surat Al-Nas dalam bahasa Arab dan Latin beserta artinya.

Katakanlah aku berlindung kepada Tuhan Manusia

Bacaan Latin: qul a’u birabbin-nās

Artinya : Mengatakan berlindung kepada Tuhan sekalian umat

raja rakyat

Bacaan latin: malikin-nas

Artinya: Raja Manusia

dewa umat manusia

Bahasa Latin Bakan: Elahin nas

Artinya: menyembah orang

dari bisikan jahat

Membaca Latin: Maine Charel-Sois-Khanas

Artinya : Iblis bersembunyi dari si jahat (berbisik)

berbisik di hati orang

Bacaan Latin: alla yuwas Wisu fudụrin-nās

Artinya: Pembisik (jahat) ke hati manusia

dari langit dan manusia

Bacaan Latin: Manal-Janati dan An-Nas

Artinya : (golongan) Jin dan Manusia.

Tafsir Surat Al-Nas

Di bawah ini dikutip dari quran.kemenag.go.id adalah Tafsir Surat An-Nas.

Bagian 1

Dalam ayat ini, Allah memerintahkan utusan Muhammad, termasuk seluruh umatnya, untuk menyingkirkan Tuhan yang menciptakan manusia, melindunginya, menumbuhkannya, mengembangkannya, memeliharanya tetap hidup dengan rahmat dan cinta-Nya, dan memperingatkannya sebagai ancaman.

Seksi 2

Dan Tuhan Yang Maha Esa menjelaskan bahwa Tuhan yang mendidik manusia adalah Dzat yang memiliki dan mengatur semua Syariah dan menetapkan hukum, peraturan, dan undang-undang. Dan siapa pun yang menganutnya akan hidup bahagia di dunia ini dan di akhirat.

Bagian 3

Tuhan menambahkan informasi tentang Tuhan sebagai pendidik manusia yang mengatur jiwa mereka dengan kebesarannya.

Ayat-ayat ini mengutamakan kata Tuhan di atas kata Malik dan Ilah. Hal ini karena pendidikan merupakan nikmat yang paling penting dan terbesar yang diberikan Tuhan kepada umat manusia.

Kemudian kata kedua diikuti dengan kata Malik (raja). Sebab, setelah manusia dewasa dan berakal, dia harus tunduk pada kerajaan Tuhan.

Kemudian muncul kata “Tuhan”. Karena setelah direnungkan, orang-orang menyadari bahwa mereka hanya harus tunduk kepada Tuhan dan bahwa mereka berhak beribadah.

Tuhan mengungkapkan dalam ayat ini bahwa Dia adalah Raja umat manusia.

Dia adalah Tuhan atas segala sesuatu, dan Tuhan atas umat manusia adalah Tuhan atas segala sesuatu. Namun, di sisi lain, manusialah yang salah merepresentasikan Tuhan agar menyimpang dari jalan yang benar.

Mereka menciptakan tuhan-tuhan lain untuk disembah dengan anggapan bahwa mereka adalah makhluk yang memberikan kesenangan dan kebahagiaan, menangkal bahaya darinya, mengatur hidup mereka, dan menguraikan apa yang boleh dan tidak boleh mereka lakukan.

Bagian 4

Dalam perikop ini, Tuhan memerintahkan manusia untuk berlindung kepada Tuhan, Tuhan semesta alam, dari bisikan jahat setan, yang selalu mengintai di hati manusia.

Dalam ayat 5-6, Tuhan Yang Maha Esa menjelaskan dalam ayat-ayat ini kekacauan yang bisa datang dari sebuah perkemahan atau seseorang dengan bisikan setan yang tersembunyi di dalam hati manusia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *